Mengapa harus Iya?
Jam berdering dengan nyaring pertanda Panggilan untuk segera Presensi Ibadah kepada Sang Maha Kuasa. Hari ini tak seperti biasanya, dingin tapi udaranya sangat sejuk sekali jika ditemani dengan teh panas. Satu per satu ayam jantan berkokok dan saling bersautan kesana kemari memenuhi pertiga malam kali ini. Yeah, Hari ini waktu dimana semua Barokah dispesialkan kepada Hamba-hambaNya yang mau beribadah dengan khusyuk. Sujud demi sujud kulalui bersamaan dengan rindu yang tiap hari semakin menggebu-gebu ingin bertemu. Dia, dia memang tak tampan tapi selalu saja mengetuk jiwa dan ruang kerinduan untuk setiap harinya. Tak terasa sudah seminggu tak melihat alis tebalnya yang selalu menghiasi paras manisnya, Iya Namanya Ansori. Pemuda sok yang selalu menjadi perusak mimpiku karna ocehannya yang khas sekali serak-serak basah. Tak terasa tepat hari ini kita sudah bersama-sama selama 2 bulan meskipun hanya sebatas komitmen. Lantas hal itu pula yang membuatku semakin ingin tertantang dengan hubun...