Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

AZAmku

Namanya Ahmad Zimamuzzaman kerap dipanggil Ahmad dengan teman-temannya, namun kubiasa memanggilnya dengan sebutan Azam. Dia lahir di Surabaya 13 tahun silam. Dia manusia setengah dewa saat itu. Tau kenapa kusebut dewa? Ya gegara dia sering menghantui pikiran ini dengan rindu. Kita tidak pernah dipersatukan dalam 1 atap Sekolah namun kita sering bertemu jika berangkat atau pulang sekolah. Saat itu langit Jogjakarta lagi bersahabat. Tidak ada hujan ataupun mendung. Tepatnya saat itu aku berada di belakangnya saat jam pulang sekolah. Bertepatan saat itu pula aku tidak membawa sepeda saat ke sekolah alhasil melihat Azam ada di ujung mata. Aku tersenyum, aku diam walupun sebenarnya kuingin menyapanya tapi rasa malu lebih memuncak saat itu. Zam, Rindu tau. Keesokan harinya dia berangkat lebih awal tak seperti biasanya. Oh ya Azam ini kakak kelasku saat di SMP. Dia sekarang duduk di bangku kelas akhir di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Padahal umurnya denganku hanya selisih 5 bulan 17 ha...