Pendobrak Asa

Sinar sang surya begitu terang nan menyengat. Hiruk pikuk Kota Mahasiswa kala liburan masih saja tetap sama, tetap ramai dan bising sekali. Hari ini penentuan masa depanku yang terombang ambing hampir 2 minggu. Redup terang redup terang terus hingga akhirnya asa ini mulai menciut. Hembusan angin masih saja dengan hari kemarin tak lagi sejuk namun sangat membosankan. Huft, gazebo reyot yang selalu setia menemani hari hariku kala dirundung pilu.
Pria tampan nan dermawan itu lagi lagi duduk di kursi pojok taman. Senja kala ini masih tertutup oleh  matahari yang rindu akan hujan. Rumput yang semakin hari semakin memanjang, kolam yang semakin hari semakin berlumut dan aku sendiri yang semakin hari semakin tak punya harapan. Ia tiba tiba mendekat dan duduk di sebelah tempatku sedang termenung. Namanya Achmad, dia yang selalu ada di taman ini ketika aku ingin menyendiri. Pandangannya yang tiba tiba membuatku tertegun dan mengnganga tak tau apa maksudnya. Ia yang membuatku kala itu juga,  menjadi sejuk dan lebih berdamai dengan asa. Wajahnya meneduhkan dan nasihatnya pun menerangkan hati sanubari. Asa ini akan semakin menyala dan akan selalu mendobrak keputusasaan yang akan menghampiri. Terimakasih atas segalanya dan jangan pernah melewatkan untuk datang kesini.

Komentar

Mine

PRAMUKA Itu Bisa Apa Saja :)

Lalu, Kita ini apa?

Bonjour, Imamku :)